Laman

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Juni 2010

Jalan tol menuju ITB

TEMPO Interaktif, BANDUNG - Institut Teknologi Bandung tahun ini mematok biaya masuk kuliah dari jalur khusus antara Rp 25-80 Juta. Walau begitu, peminatnya meningkat dibanding tahun lalu.

Ketua Panitia ujian saringan masuk (USM) ITB Mindri mengatakan, peserta tes kali ini sekitar 8 ribu orang. Jumlah itu naik dibanding peserta tahun lalu sebanyak 6 ribu calon mahasiswa.

Mereka memperebutkan jatah 2.165 kursi mahasiswa baru ITB dari jalur khusus. "Pengumuman penerimaannya mulai bisa dibuka pukul 14.00 WIB tadi di website," katanya di gedung Rektorat ITB, Rabu (9/6).

Adapun Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi dan Informasi Hasanuddin Z. Abidin, tak semua mahasiswa yang diterima itu berasal dari keluarga kaya. Sebab, kata dia, tahun ini ada 250 mahasiswa yang diterima dengan jalur beasiswa. "Sisanya 200 beasiswa untuk jalur SNMPTN," ujarnya.

Biaya paling mahal itu diterapkan di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB sebesar Rp 80 juta. Fakultas atau sekolah lainnya paling murah Rp 25 juta. "ITB ingin adil. Orang tua yang mampu bayar mahal, bayar sepenuhnya," kata dia.

Tahun ini ITB menerima 2.165 mahasiswa baru dari jalur khusus berbiaya masuk puluhan juta rupiah dan 1.130 orang yang lolos SNMPTN.

Senin, 08 Februari 2010

Global Warming Tak Terkendali Industri Penerbangan Terancam Bangkrut

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata udara dekat permukaan bumi dan samudra sejak pertengahan abad ke-20 dan diproyeksikan kelanjutan. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 - 0.18 C (1.33 - 0.32 F) selama seratus tahun terakhir.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik. Termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Global warming dapat sangat berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Tidak terlepas juga industri penerbangan. Beberapa dampak global warming yang sering kita dengar adalah naiknya permukaan air laut. Hal ini disebabkan oleh temperatur bumi yang terus meningkat sehingga hal ini menjadikan bongkahan gunung es yang ada di kutub utara dan kutub selatan menjadi mencair dan akhirnya permukaan air laut naik.

Lalu hubungannya dengan industri penerbangan. Khususnya di Indonesia adalah banyaknya bandara-bandara internasional yang berada di dekat pantai. Contohnya adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng dan Bandara Internasional Minangkabau Padang Sumatera Barat. Dengan naiknya permukaan air laut bandara-bandara ini terancam kebanjiran dan ditutup. Sebagaimana terjadi pada Bandara Internasional Soekarno Hatta beberapa tahun lalu.

Ditutupnya bandara pasti akan sangat merugikan maskapai penerbangan yang biasa melayani rute dari atau ke bandara tersebut. Kerugian yang diderita oleh maskapai penerbangan berakibat maskapai penerbangan tidak mampu untuk terus merawat pesawat apa lagi membeli pesawat baru. Dan, ketidakmampuan maskapai untuk membeli dan merawat pesawat pasti akan sangat berampak pada industri pembuatan pesawat itu sendiri. Bahkan, tidak mungkin industri pembuatan pesawat itu akan tutup.

Selain peningkatan air laut efek dari pemanasan global adalah perubahan iklim yang tidak menentu. Hal ini terjadi karena temperatur permukaan bumi meningkat di semua tempat. Radiasi panas yang berasal dari matahari yang seharusnya sebagian besar dipantulkan kembali ke angkasa dan tertahan di atmosfer. Hal ini berakibat pergerakan udara dan tidak menentu. Akhirnya perubahan iklim yang tidak menentu.

Hubungan iklim yang tidak menentu dengan dunia penerbangan sangat jelas dapat dirasakan. Terutama oleh orang yang sering bepergian dengan pesawat terbang. Iklim yang tidak menentu dapat mengakibatkan terjadi hujan yang sangat lebat tanpa bisa diprediksi. Bahkan, mungkin hujan salju mau pun hujan es, munculnya badai dan tornado, yang tentunya hal ini akan membuat maskapai penerbangan menunda jadwal keberangkatan pesawat.

Jika hal ini terjadi akan banyak orang yang memilih moda transportasi lain. Atau bahkan malas untuk melakukan bepergian. Hal ini tentunya akan menurunkan jumlah penumpang pesawat terbang yang berakibat pada meruginya maskapai penerbangan. Dan, akhirnya dengan meruginya maskapai penerbangan maka industri pesawat terbang akan terancam kembali.

Iklim yang tidak menentu tidak hanya berakibat pada iklim atau cuaca itu sendiri. Tapi, juga bisa mengakibatkan munculnya penyakit baru. Fenomena yang pernah menggemparkan dunia beberapa tahun lalu dengan penyakit SARS, flu burung, dan flu babi.

Fenomena ini sempat mengguncang dunia penerbangan karena banyak negara yang mengeluarkan travel warning bagi penduduknya agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Dan, sekali lagi perusahaan maskapai penerbangan akan kehilangan penumpang dan akhirnya merugi.

Itulah dampak buruk global warming bagi dunia penerbangan. Jadi tidaklah berlebihan bila global warming dapat menjadi penyebab dari hancurnya sebuah industri penerbangan. Memang perlu diakui juga dunia penerbangan pun menjadi salah satu penyebab dari global warming itu sendiri. Dengan menyumbangkan 2% polusi CO2 di udara yang tentunya kan sangat merusak atmosfer.

Maka dari itu dunia penerbangan pun harus mampu untuk ikut bersama menyelesaikan permasalah kita bersama, global warming. Banyak hal yang dapat dunia penerbangan lakukan. Mengurangi emisi dari pesawat terbang. Melakukan penanaman pohon yang dilakukan oleh industri-industri penerbangan. Baik maskapai, MRO, maupun produsen pesawat terbang hingga riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang aeronotik untuk mengatasai masalah pemanasan global ini.

bisa juga dibaca di : http://suarapembaca.detik.com/read/2009/12/23/085447/1264828/471/global-warming-tak-terkendali-industri-penerbangan-terancam-bangkrut

Sabtu, 04 Juli 2009

PemimpiN

Kalo kamu semua ditanya tentang pemimpin, kira-kira kamu akan terbayang siapa ? hmm... siapa coba ? SBY, JK, Mega, yang mencalonkan diri sebagai presiden mendatang, atau justru Rio Ferdinan / Ryan Giggs yang merupakan capten Manchaster United, yang akan bertandang ke Indonesia sekitar tanggal 20 Juli dan menjajal kehebatan TimNas Indonesia di bawah kepemimpinan Ponaryo / Bambang Pamungkas yang nanti akan jadi capten TimNas Indonesia, ayo nonton bola (loh kok, nyambung ke Bola).

Nah, kalo sifat-sifat / ciri-ciri peminpin, kira-kira yang terbayang apa coba ? apa harus jago orasi seperti Soekarno, bersemangat mirip Naruto, sepintar Einstein, selincah tupai, secerdik kancil, secepat cheata (aduh kok, nyambungnya ke binatang). Bingung ya... tapi kalo sifat-sifat yang ini pasti sudah pernah dengar dan yakin dijamin semua setuju.
1. Siddiq, atau disebut juga benar, benar dalam niat, pikiran, perkataan, dan perbuatan.
2. Amanah, atau bisa kita percaya, kebayang kan jika pemimpin kita itu penipu dan gak bisa dipercaya, apa kata dunia. Bisa dipercaya itu misalnya, tepat waktu, bertanggung jawab, dan jujur.
3. Fathonah, mempunyai wawasan (knowledge) yang luas, berpikir maju mempunyai skill atau keterampilan yang baik dalam membaca potensi dan memotivasi.
4. Tabligh, mampu berkomunikasi efektif, lebih banyak mendengar omongan orang-orang yang dipimpinnya, Bahasa komunikasinya bisa dimengerti oleh orang-orang yang dipimpinnya. Mudah dihubungi dan juga mudah untuk dekat siapapun. Ramah tamah, selalu respek terhadap orang-orang yang dipimpinnya, Mempunyai perimbangan yang bijak serta selalu bersahabat kepada setiap orang. Sifat tabligh dalam memimpin juga menuntut untuk selalu berusaha memahami keinginan orang-orang yang dipimpinnya serta mengetahui kebutuhan orang-orang yang dipimpinnya.

Dari sifat-sifat yang empat itu, mencakup semua hal dan menyeluruh, teman-teman pasti semuanya setuju. Sekarang jika diambil sebuah sifat yang lebih spesifik lagi gimana, yaitu pemimpin itu harus pemimpi (ingat nggak ada ‘n’ diakhir katanya loh...) apa yang terbayang ? pemimpin itu tukang tidur, karena mimpi itu biasanya pas kita tidur (#&%!@...).

Mungkin kita tidak sadar, kata pemimpin dan pemimpi itu sangat mirip, hanya saja pada kata pemimpin itu kata pemimpi ditambah dengan ‘n’. Mungkin ini sebuah kebetulan bahasa semata, ya bisa saja, tapi sebenarnya dari kesamaan ini kita bisa saja mengambil sebuah hikmah/pelajaran. Masih ingat dengan kata fathonah di atas, berwawasan, ya pemimpin itu harus memiliki wawasan, bahkan wawasan yang luas. Lalu apa hubungan berwawasan dengan pemimpi ? seorang pemimpin harus memiliki mimpi yang jauh ke depan, atau yang sering kita sebut dengan visi, pemimpin harus dapat mereka/membayangkan akan seperti apa sesuatu yang dipimpinnya, dengan semakin banyak wawasan yang dimiliki, maka hasilnya akan semakin detail dan tergambar dengan jelas apa yang akan terjadi dikemudian hari. Jika hanya berhenti disitu saja, itu baru bisa kita sebut sebagai seorang pemimpi saja (tidak ada huruf ‘n’ loh...), kenapa ? karena eh karena pemimpin itu gabungan dari kata pemimpi dan huruf ‘n’, huruf yang mungkin dapat kita analogikan/gambarkan -dalam konteks ini- sebagai sesuatu yang meNgakhiri, e’N’d, sebuah tanda agar sang pemimpi dapat terbaNguN dari mimpinya dan melakukaN sesuatu, actio’N’, melakukan sesuatu berdasarkan pereNcaNaaN yang baik, pla’N’, dan akhirnya semua mimpi menjadi Nyata, plai’N’. Semua tahapan ini bisa kita sebut misi, sebuah tahap untuk mewujudkan sebuah visi.

Jika kita seorang manusia yang menjadi pemimpin –minimal- bagi dirinya sendiri, kita tentunya harus sudah mencoba memimpinkan akan menjadi seperti apa kita nanti, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, atau bahkan di alam lain kita akan seperti apa ? kita memimpikan kita duduk-duduk santai menikmati indahnya surga, atau justru berkutat dengan siksaan-siksaan yang ada di neraka. Atau jika kita sebagai pemimpin yang lainnya, ambil saja contoh GAMAIS ITB, organasisi ini memiliki sebuah Visi, Satu Keluarga Menjadi Model Lembaga Dakwah Kampus Nasional Berbasis Pembinaan dan Kompetensi, Melingkupi Seluruh Sayap Dakwah Menuju Indonesia Islami (penjang ya visinya...), dengan beberapa misi dan dijabarkan dengan rinci di Pedoman Lembaga Dakwah Kampusnya, serta Rencana Strategis Jangka Panjang yang dimiliki tiap bagain di dalam organisasi tersebut.

Lalu bagaimana dengan mimpi-mimpi mu....
Bermimpilah, maka jadilah seorang Pemimpin

-Bermimpilah sebelum bermimpi itu dilarang-

Kamis, 08 Januari 2009

tawakal atau pasrah

Kemudian apabila kamu telah membuat tekad, maka bertawallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang – orang yang bertawakal kepada-Nya.
( Q.S. Ali- Imran :159 )

Berjuang dan berusaha itu adalah kewajiban dari setiap makhlik yang diciptakan Allah SWT ke dunia ini, hal ini tidak hanya berlaku bagi manusia saja, hewan dan tumbuhan juga melakukan hal yang sama. Lihat saja sekeliling kita, mungkin kita pernah meilihat seekor anak kucing yang masih kecil mencari-cari makanannya di tong sampah, bergelut dengan kotornya tempat sampah dan bu yang menyengat, tapi anak kucing itu terus berusaha untuk mendapatkan makanan karena anak kucing itu harus hidup. Begitu pula manusia, diciptakan dengan berbagai kelebihan dan keunggulan dibandng dengan makhluk Allah yang lainnya, manusia pun dituntut untuk terus berusaha. Konteks berusaha ini sangat luas, coba saja kita tengok seorang tukang ojek, dari pagi hari ia sudah memulai berusaha dengan mempersiapkan motornya baik, mengecek kondisi motornya, mencuci motornya sampai berpakaian rapi, lalu berangkat ke pangkalan ojek, duduk dan menanti pelanggan datang, selanjutnya akan ada dua kemungkinan, pertama tukang ojek akan mendapat cukup banyak penumpang sehingga kebutuhannya tercukupi, kedua tukang ojek hanya mendapatkan sedikit penumpang. Begitu pula dengan seorang mahasiswa, dalam hal ini mahasiswa berusaha unuk belajar sebaik-baiknya, agar mendapat ilmu yang banyak dan pada akhirnya diuji untuk mengukur seberapa besar hasil usahanya (belajarnya), adapun pada akhirnya akan ada dua kemungkinan, hasil dari ujiannya itu memuaskan atau mungkin kurang memuaskan.
Kenyataan bahwa di dunia ini ada harapan-harapan yang mungkin dapat tidak tercapai, atau ada usaha yang berhasil dan gagal, sering kali membuat kita kecewa jika hasil yang didapat adalah sebuah kegagalan, kekecewaan biasanya akan membuat diri kita menjadi tidak lagi percaya pada Sang Maha Pemberi, astagfirullah. Lalu bagaimana agar diri ini tidak lantas kecewa ?
Dalam islam dikenal sebuah istilah yang disebut dengan Tawakal, adapun definis dari tawakal ada berbagai macam, diantaranya, Tawakal adalah menyerahkan semua urusan kepada pihak lain atau menggantungkan kepadanya. Hal ini disebabkan karena ia percaya penuh kepada yang diserahi karena ia tidak mampu menangani sendiri. ( lihat an Nihayah fi Gharibil hadist, Ibnu Atsir, 5/221 ). Di dunia ini, satu-satunya pihak yang dapat kita percayai adalah Allah Swt, maka sudah seharusnya kita bertawakal kepada Allah. Menyerahkan bukan berarti berlepas tangan akan sesuatu yang kita kehendaki, tapi menyerahkan di sini berarti mengikuti apa yang telah diatur oleh yang kita serahi apa yang kita kehendaki. Jadi ketika kita bertawakan tidaklah lantas kita diam dan menunggu datangnya mukjizat, akan tetapi juga mengusahakannya dengan aturan main yang telah dibuat oleh pihak yang kita serahi. Jadi ketika kita bertawakal kepada Allah, maka kita wajib untuk berusaha sesuai dengan “aturan main” Allah. Jika kita seorang mahasiswa yang sedang menempuh Ujian Akhir, maka bertawakalah kepada Allah dengan belajar yang baik dan berdoa. Yakinlah bahwa Allah Maha Pemberi lagi Maha Penyayang.