Laman

Kamis, 21 Agustus 2008

Mahasiswa Mengubah Bangsa

Bisakan Mahasiswa mengubah bangsa ? maka jika anda sebagai seorang mahasiswa, Anda harus mengatakan dengan lantang dan tegas : “BISA”. Hampir semua peristiwa yang mengubah bangsa Indonesia dilakoni oleh mahasiswa/pemuda. Ingat kembai 1908, Boedi Oetomo, mengubah Indonesia yang bodoh menjadi pandai. 1928, sumpah pemuda, mengubah perjuangan bangsa Indonesia dari perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi perjuangan yang bersatu dan terarah. 1945, proklamasi, apalah jadinya jika kalangan pemuda waktu itu tidak mendesak para Proklamator, Soekarno dan Hatta, untuk segera menyatakan merdeka, pemuda mengubah kemerdekaan Indonesia dari yang awalnya direncanakan oleh penjajah menjadi perebutan kemerdekaan yang membanggakan. 1966, mahasiswa mengubah bangsa dengan menghancurkan orde baru. 1998, Reformasi, mahasiswa mengubah bangsa dengan menghancurkan orde baru.
Lalu inilah saatnya kita, mahasiswa, mengubah bangsa......

Mahasiswa/pemuda dengan tiga perannya yaitu cadangan masa depan, agen peubah dan penjaga moral dapat melakukan banyak hal, tidak hanya duduk di ruang kelas dan mengisi lembaran soal ujian. Mahasiswa dapat mengoptimalkan fungsi perguruan tinggi, pengabdian pada masyarakat, dengan langsung terjun ke masyarakat, bersosialisasi dan bersama-sama masyarakat mengubah bangsa. Belajar dan riset dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmunya untuk mengubah dunia, tanpa harus menunggu lulus dan meninggalkan nama mahasiswanya.

Dengan kemampuan seperti itu, mahasiswa pasti dapat melakukan lebih dari sekedar mengkritisi kebijakan, akan tetapi memberikan solusi bagi masalah yang dialami oleh bangsa ini. Diawali dengan langsung terjun ke masyarakat ketika masih kuliah, dan mencoba mengubah masyarakat dari bawah, mengedukasi masyarakat agar dapat menjadi lebih baik dan menyadarkan bahwa bangsa ini harus berubah. Setelah lulus dan masuk kewilayah pengambil kebijakan, jaga idealisme agar tetap memperjuangkan rakyat, rubah bangsa dengan kebijakan.

Ingat dunia selalu berputar dan perubahan tidak akan pernah berhenti, jika mahasiswa sudah malas untuk berubah menjadi lebih baik, jangan harap mengubah bangsa. Ubahlah mulai dari diri sendiri, lalu sekitar maka bangsa ini akan berubah.

Sebuah Jalan Menuju Kepemimpinan Islam

Kepemimpinan islam atau yang biasa juga dikenal sebagai Khilafah Islam, merupakan sebuah cita-cita yang harus dimiliki oleh semua umat islam. Namun cita-cita ini tentunya akan lebih baik jika dapat diwuudkan dengan cara-cara yang baik sebagaimana dicontohkan oleh Rasulallah SAW beberapa abad yang lalu. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya mewujudkan kepemimpinan Islam ?

Dalam mewujudkan kepemimpinan Islam di Indonesia akan sangat sulit dilakukan jika harus merubah ideologi Pancasila yang ada pada saat ini dengan Ideologi Islam secara cepat dan memaksa -walaupun ideologi Pancasila sendiri sebenarnya turunan dari ideologi islam-. Karena Indonesia merupakan negara yang berdaulat sehingga jika ingin melakukan hal terseut harus dilakuakan kudeta / perlawanan terhadap negara seperti yang dilakukan oleh teman-teman dari Negara Islam Indonesia beberapa dekade yang lalu. Kudeta ini akan mengakibatkan penderitaan bagi rakyat dan kerugian bagi semua pihak tentunya.

Akan tetapi, itu bukanlah sebuah alasan agar kepemimpinan islam tidak ditegakkan, penegakan kepemimpinan islam dapat dimualai secara bertahap dan berkesinambungan. Serta perwujudan kepemimpinan islam di Indonesia tidak harus dalam bentuk sebuah negara, sehingga mengakibatkan konfrontasi dengan negara yang sudah ada. Bentuk kepemimpinan islam bisa saja diwujudkan dengan bentuk masyarakat yang mengamalakan dan mematuhi hukum-hukum dan aturan islam secara menyeluruh.

Kepemimpinan islam dengan wujud masyarakatnya yang Islami akan lebih mungkin untuk dikembangkan di Indonesia dan mudah untuk ditiru dinegara-negara lainnya. Karena tidak akan ada konfrontasi dengan pihak institusi pemerintahan dan hal ini pun dilindungi oleh hak asasi manusia yang menjamin kebebasan beragama. Bentuk kepemimpinan seperti ini harus diawali oleh bagian terkecil dari sebuah masyarakat, yaitu manusia itu sendiri secara pribadi. Jika sudah tercipta individu-individu yang memiliki kepemimpinan islam maka dengan suatu ikatan perkawinan antar individu tersebut (laki-laki dan perempuan) maka akan tercipta keluarga yang berkepemimpinan islam, dan selanjutnya akan tercipta masyarakat yang islami, dan pada tingkatan yang lebih tinggi lagi akan lahir sebuah negara yang masyarakatnya memegang teguh kepemimpinan islam.

Itulah kepemimpinan islam, dibangun dengan cara-cara yang ma’ruf (benar) dan dapat menjadi rahmat bagi semesta alam. Memang untuk mewujudkan hal itu tidaklah mudah, penuh rintangan dan tantangan tapi yakinlah jika kita memulai itu dari sekarang kita akan menjadi anak tangga menuju kepemimpinan islam dimasa yang akan datang.